PEMERINTAH KOTA CILEGON



TERWUJUDNYA KOTA CILEGON YANG UNGGUL DAN SEJAHTERA BERBASIS INDUSTRI, PERDAGANGAN, DAN JASA

Sejarah Kota Cilegon

Peristiwa Geger Cilegon

Selayang Pandang Kota Cilegon

Profil Kota Cilegon

Polling Masyarakat

Bagaimana menurut pendapat anda tentang layanan di website ini?
Kurang
Cukup
Sangat Bagus
Tidak Tahu

Sosial Media

Layanan Publik

Bagikan Artikel ini :


Arti Lambang Daerah

Lambang Daerah berbentuk perisai, yang didalamnya terdapat bentuk gambar dan warna serta bagian atas terdapat tulisan “KOTA CILEGON” dibagian bawah didasari pita yang bertuliskan “AKUR SEDULUR JUJUR ADIL MAKMUR”;
Lambang Daerah terdiri dari 3 (tiga) bagian dengan perincian sebagai berikut :
  1. Bentuk gambar terdiri dari :
    1. Bintang yang berujung 5 (lima) melambangkan Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia, bahwa Ketuhanan Yang Maha Esa adalah asas yang luhur
    2. Tugu Geger Kota Cilegon yang menjulang tinggi melambangkan kekompakkan aparat dengan seluruh lapisan masyarakat yang beraneka ragam suku dan agama
    3. Lidah Api yang berujung 9 (sembilan) melambangkan semangat yang berkobar-kobar tiada henti
    4. Padi dan Kapas melambangkan Kota Cilegon cukup sandang dan pangan
    5. Pena melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Pendidikan
    6. Gunung adalah Gunung Batur sebagai zona batas gerilya para pejuang Kota Cilegon
    7. Dinding adalah benteng Surosoan yang terdiri dari 27 (dua puluh tujuh) bata dan 4 (empat) puncak
    8. Gapura Kaibon melambangkan Kota Cilegon sebagai Pintu Gerbang antara Pulau Jawa dan Sumatera
    9. Ombak laut yang berjumlah 9 (sembilan) melambangkan masyarakat Kota Cilegon yang dinamis dan energik
    10. Laut dan Jangkar melambangkan Kota Cilegon adalah Kota Pelabuhan sebagai jembatan yang menghubungkan pulau Jawa dan Sematera
    11. Roda Gigi melambangkan Kota Cilegon sebagai Kota Industri
    12. Pita melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Cilegon yang kuat
  2. Warna Lambang Daerah terdiri dari :
    1. Warna Merah melambangkan keberanian dan dinamis didasari kebenaran
    2. Warna Putih melambangkan kesucian dan kejujuran
    3. Warna Kuning melambangkan keadilan, kekuasaan, kewibawaan dan keanggunan
    4. Warna Hitam melambangkan ketabahan dan kelanggengan
    5. Warna Hijau melambangkan kesejukan, kesegaran dan Kemakmuran
    6. Warna Biru melambangkan keaslian, kejernihan dan kesentosaan
    7. Warna Coklat melambangkan keteguhan dan semangat
  3. Lambang Daerah yang terdiri atas bentuk gambar dan warna mempunyai makna :
    1. Kapas berjumlah 17 (tujuh belas), Roda Gigi berjumlah 8 (delapan) dan Padi berjumlah 45 (empat lima) yang bermakna Kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945
    2. Dinding Bata Benteng Surosoan berjumlah 27 (dua puluh tujuh), Puncak Benteng berjumlah 4 (empat), Lidah Api berjumlah 9 (sembilan) dan Ombak Laut berjumlah 9 (sembilan) mempunyai makna Kelahiran Kota Cilegon, 27 April 1999
    3. Arti Semboyan Lambang Daerah adalah sebagai berikut

Arti Semboyan Lambang Daerah adalah sebagai berikut :
  1. AKUR SEDULUR berarti wacana dan konfigurasi kebhinekaan Indonesia yang perlu tetap indah terjalin dalam wujud persatuan yang utuh, harmonis, saling mendukung, damai dengan sesama, rasa saling menghargai dalam kehidupan yang Kosmopolitan multi etnis
  2. JUJUR berarti esensi kehidupan yang hakiki adalah semata-mata anugerah Allah SWT, oleh karena itu amanah harus dapat terpelihara dan ditanamkan dengan kejujuran terhadap diri sendiri atau dengan sesama serta kepada-Nya
  3. ADIL MAKMUR berarti kebutuhan universal dan menyiratkan keinginan keadilan yang berkemakmuran dan kemakmuran yang berkeadilan lahir batin bagi seluruh Rakyat Indonesia sebagaimana diamanatkan UUD 1945

Sebuah kota di ujung barat Pulau Jawa yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera, dengan luas wilayah administratif 175,5 Km2, terbentuk pada tanggal 27 April 1999 berdasarkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1999 tentang Pembentukan Kotamadya Daerah Tingkat II Depok dan Kotamadya Daerah Tingkat II Cilegon. Cilegon merupakan pintu gerbang utama Pulau Jawa, memiliki nilai geostrategis yang sangat penting baik dalam konstelasi lokal, regional, maupun nasional. Kota Baja menjadi istilah Cilegon, dimana puluhan bahkan ratusan industri, baik dalam skala menengah hingga skala besar, ada di Cilegon.

Cilegon berada pada koordinat 5*52'24"-6*04'07" LS dan 105*54'05"-106*05'11" LU, dengan batas wilayah sebelah barat berbatasan dengan Selat Sunda, sebelah utara timur dan selatan berbatasan dengan Kabupaten Serang, serta terbagi ke dalam 8 kecamatan dan 43 kelurahan, sebagai berikut :
1. Kecamatan Cibeber
2. Kecamatan Cilegon
3. Kecamatan Citangkil
4. Kecamatan Ciwandan
5. Kecamatan Grogol
6. Kecamatan Jombang
7. Kecamatan Pulomerak
8. Kecamatan Purwakarta

Posisi strategis Cilegon turut membawa dampak yang sangat luas dalam pembangunan wilayah, baik secara nasional maupun internasional. Dengan adanya posisi strategis tersebut tentu akan menimbulkan berbagai potensi pembangunan wilayah untuk jangka panjang. Beberapa potensi yang dapat dikembangkan di Cilegon untuk jangka panjang, di antaranya adalah potensi pengembangan industri, potensi pengembangan perumahan, potensi pengembangan perdagangan dan jasa, potensi pengembangan pelabuhan dan pergudangan, potensi pengembangan pemerintahan dan bangunan umum, potensi pengembangan wisata, potensi kawasan peruntukan lainnya, potensi kawasan terminal terpadu, potensi pengembangan pertambangan non mineral, potensi pengembangan ruang terbuka hijau dan ruang terbuka non hijau, dan potensi pengembangan agrikultur.